Kuliner Ramadhan

Martabak Ice Cheese Oreo
REVOLUSI Martabak di D'Marco Cafe, Kafe Martabak yang menjadikan Martabak Naik Kelas.

D’ Marco (Martabak + Coffee) adalah sebuah Café yang dimiliki oleh tiga orang anak muda yaitu Ika Hendrani, Ira Lathief, dan Budiono.  Berdiri sejak 10 Mei 2012, D’Marco Café yang berlokasi di Jl. Sabang 43 A Jakpus (sebelah Hoka Hoka Bento) ini ingin menggabungkan konsep Martabak dan Kopi dalam nuansa Café Modern.

Dilatarbelakangi oleh pengamatan bahwa Martabak merupakan makanan/ jajanan yang sangat  disukai orang Indonesia namun selama ini Martabak selama ini kebanyakan di jual di pinggir jalan. Karena itu D’Marco ingin “Menaikkan Kelas”  Martabak agar menjadi suatu makanan bisa dinikmati dalam suasana Café modern.  Karena untuk konsumsi Café, maka para pemilik  D’Marco menciptakan kreasi dan inovasi baru dalam tampilannya dan rasanya.

Dengan menggabungkan konsep kopi dan Martabak dalam suasana Café modern, D’Marco ingin mempopulerkan Martabak (Manis) yang selama ini dikenal sebagai Indonesian Pancake menjadi makanan khas Indonesia yang berkelas.  Dalam jangka panjang, D’Marco juga mempunyai misi untuk mempopulerkan Martabak kepada komunitas orang asing (Expatriat dan Turis).  Bukan tidak mungkin Martabak yang merupakan makanan kesukaan orang Indonesia bisa dikenal  sebagai Makanan yang “mendunia” seperti juga Pizza yang menjadi kebaggaan bagi orang Italia.

Inovasi D'Marco Cafe dalam menjadikan Martabak Naik Kelas bisa dibilang adalah sebuah Revolusi Martabak.

Saat ini D'Marco juga telah membuka kesempatan kemitraan untuk siapa saja yang ingin membuka usaha kafe/ booth untuk memperkenalkan Martabak Naik Kelas D'Marco.
Lebih lanjut mengenai info kemitraan bisa dilihat di website www.dmarcocafe.com
D Marco Eksterior

D Marco Interior

Martabak Noodle Mushroom


Martabak Beef Mushroom


Bubur biasanya dinikmati sebagai hidangan untuk sarapan. Menyantapnya memberi kehangatan pada perut di pagi hari atau ketika udara dingin. Itulah sebabnya bubur menjadi sajin yang paling dicari mulai dari anak batita hingga orang tua. Namun ternyata penggemar bubur tidak melulu menjadikannya sebagai menu sarapan lho. Bubur pun lantas menjadi favorit ketika tubuh membutuhkan hidangan hangat berkuah, apalagi di saat-saat kondisi tubuh berada dalam keadaan tertentu.
Itu sebabnya pada beberapa daerah kita akan menemukan bubur khususnya bubur ayam, dijajakan tidak melulu pada pagi hari, ada juga yang hingga malam hari, bahkan dijadikan menu tetap dan unggulan pada beberapa tempat. 

Bubur ini biasanya dijual di gerobak-gerobak pinggir jalan atau warung biasa di pinggir jalan. Namun kali ini kami akan mengajak Anda menyambangi sebuah resto yang terkenal karena hidangan buburnya.

Rumah makan bubur ini terletak di kawasan Talaga Bodas , Bandung.  Berlokasi di ujung jalan antara Talaga Bodas dan Malabar, Anda akan melihat sebuah tempat yang memiliki dinding yang berbentuk jendela warna-warni dengan tulisan Lumberjack yang jelas terpampang di atas pintu masuk.  Secara ineterior dan eksterior tempat ini memiliki nilai sendiri di mata pelanggannya. Dengan arsitektur jendela-jendela kayu khas petilasan yang nyaman.

Ketika kami mendatanginya yang kebetulan di waktu sore hari, belum banyak mobil terlihat parkir di halamannya.  Sebenarnya banyak menu istimewa dari Lumberjack, ada tom yam, nasi goreng wagyu, dan aneka dessert yang menggiurkan. Namun bubur adalah alasan utama kami mendatanginya. Bubur di Lumberjack mempunyai tekstur luar biasa yang berbeda dengan bubur lainnya. Plus sajian pendampingnya yang menarik, Anda bisa menikmati bubur selain  dengan cakue, telur asin, bisa juga dengan kailan crispy, dan cah brokoli cabe, atau kailan udang. Bubur yang disediakan adalah bubur tawar, akan terasa asinnya ketika kita menceburkan cakue kedalam mangkuk dan mengaduknya dengan bumbu kecap pedas tadi.  Cakuenya dibuat dengan sangat garing.  O .. iya jangan kuatir dengan bumbu kecap pedas yang disediakan, rasa pedasnya bersahabat bagi mereka yang tidak terlalu suka pedas.  Kita juga bisa meminta kecap manis jika Anda tidak doyan pedas. Rasa yang kemudian muncul antara bubur , cakue dan kecap pedas cukup enak.

Mengambil posisi duduk di ujung menghadap jalan malabar, pada sebuah meja yang kecil dengan pemandangan sejuk pepohonan, kami menikmati bubur dengan porsi aduhai membuat perut kenyangnya bukan main. Porsi buburnya membuat kewalahan karena ternyata cukup untuk dua orang.  Range harga bubur yang ditawarkan dimulai dari  Rp 18.000,- hingga Rp 24.500,-.  Semakin sore menuju malam, ternyata pengunjung Lumberjack semakin banyak. Anda ingin mencobanya? Silakan mampir ke jalan Talaga Bodas no 33, Bandung. (BJK) - Infowisata

Sumber : http://tabloidinfowisata.com/
Katsu Obusi,Ramen
Dikutip dari blognya Wiendiniworld tentang Ramen Cemen, Lokasinya tidak jauh dari pusat kota Bandung, tempatnya tidak begitu luas, diawal pintu masuk, Anda akan melihat ornamen-ornamen Jepang yang didominasi warna merah, bangku-bangku kayu, "ya mirip mirip zaman SD dulu".

Salah satu menu favorit disana adalah Ribu Yaki Ramen. Ribu adalah ribs atau iga jika diartikan dalam Bahasa Jepang. Berisi mie ramen, Iga bakar atau ayam katsu, telur, sayuran, dan rumput laut. Sedangkan kuahnya bisa dipilih sesuai dengan selera Anda, ada yangdinamakan kuah Xo rasanya lebih asin gurih, kuah miso yang asam gurih, atau kuah kari yang dicampur dengan bumbu dasar khas Indonesia.

Untuk ramen disana, harganya cukup murah yaitu sekitar Rp 10.900 s/d Rp 19.900, itu tergantung dari ramen apa yang Anda dipesan. Untuk minumannya, ada ocha, soft drink dan masih banyak lagi. nah, ada yang unik. pokoknya perlu dicoba pancake durian. Soal rasa ga perlu ditanya lagi. harganya juga sangat murah, yaitu Rp7.500.

itulah sekilah tentang ramen cemen. untuk infonya bisa dicek twitternya mereka @RamenCemen dan untuk kota bandung @RamenCemenVTRN nah jangan lupa mampir yak!
Berawal dari hobi mencicipi kuliner pinggiran, sadar atas kondisi makanan jalanan Indonesia tidak baik, tidak hygienis dan menggunakan bahan kualitas rendah. Ini terjadi demi mengejar penjualan rendah dan keuntungan tinggi, sehingga mengorbankan sisi penting makanan.

Masalah itulah yang membuat adanya ide untuk mendirikan satu usaha makanan jalanan lezat dan bermutu serta nilai gizi tinggi yang tentunya harga kaki lima.

De’Syinof merupakan merek patent yang telah terdaftar di Dirjen HAKI Kementerian Kehakiman. Kata tersebut mengusung konsep "Indonesian Street Food". Dalam memanjakan penikmat kuliner, Manajemen de’Syinof akan terus mancari inovasi baru dengan menyajikan makanan atau minuman sesuai kebutuhan penikmat kuliner. Saat ini, telah diluncurkan produk yaitu bebek dan burung puyuh.

De’Syinof menyajikan Ayam Tulang Lunak yang proses pengolahan bersih dan halal yang mengandung kalsium tinggi. Tentu Kalsium sangat berguna dalam pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi. Asupan baik kalsium terdapat dalam makanan seperti ikan teri, susu, kedelai dan sayuran berwarna hijau tua’ (Oleh: Dr. Samuel Oetoro M.S Medical Nutritionist - Nutrifit Clinic).

Untuk informasinya bisa cek timeline twitter nya di @desyinof_BDG